Wednesday, July 14, 2021

Satresnarkoba Polres Bulungan Berhasil Amankan Pengedar Narkoba

TANJUNG SELOR – Tindak pidana penyalahgunaan narkoba jenis sabu kembali berhasil diungkap jajaran Sat Reskoba Polres Bulungan. Kali ini, polisi mengamankan dua orang pelaku dengan inisial MF dan TA.

Kedua tersangka ini masih berkaitan keluarga. Mereka adalah paman dan keponakan.

Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro, melalui Kasubbag Humas Ipda Tutut Murdayanto mengatakan, penangkapan kedua pelaku yang  masih ada hubungan keluarga ini dilakukan pada akhir bulan lalu.

“Mereka ini berkeluarga juga. Antara paman sama keponakannya. Tapi si paman ini (TA) tinggal di Tarakan (area tambak), sedangkan keponakan tinggal di sini (Tanjung Selor),” katanya kepada Koran Kaltara, Selasa (13/7/2021).

Tutut mengungkapkan, kedua pelaku ini saling bekerja sama dalam bisnis haram tersebut. Keduanya mengaku mulai menjual narkotika jenis sabu, ketika TA menghubungi MF, bahwa ia (TA) akan menuju Tanjung Selor untuk jalan-jalan.

Setelah mengetahui TA akan menuju Tanjung Selor, MF meminta tolong agar sang paman itu bisa mencarikan sabu-sabu untuk diperjual belikan di wilayah Tanjung Selor.

“Ternyata dapatlah (sabu) dia (TA) ini sebanyak 10 gram. Tapi belum dibayar. Karena alasannya, nanti selesai terjual semua, baru bisa dilunasi. Nah si TA (paman) ini dijanjikan juga sama MF untuk ongkosnya ke sini,” jelas dia.

Kedua pelaku ini diamankan di sebuah rumah di Jalan Semangka, Tanjung Selor pada Selasa (29/6/2021) lalu.

Saat diamankan, polisi menemukan dua bungkus plastik bening berisi sabu yang disimpan di saku celana MF.

Saat dilakukan penggeledahan, polisi kembali menemukan tuga bungkus plastik bening yang disimpan pelaku di tempat berbeda.

“Bisa dibilang kalau si MF ini bandarnya lah. Karena memang dia menjual di sini,” lanjutnya.

Terkait alasannya sendiri, menurut pengakuan pelaku, mereka nekad menjadi pengedar karena himpitan ekonomi. Uang hasil penjualan sabu itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

MF yang masih berumur 16 tahun diketahui sudah putus sekolah dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

“Alasannya untuk kebutuhannya saja. Dia (MF) ini sudah tidak sekolah lagi. Sedangkan si pamannya ini, tinggal di area tambak. Dia ke sini (Tanjung Selor) karena hanya mau jalan-jalan. Tapi sekalian bawa sabu juga dari sana (Tarakan),” jelasnya.

Keduanya saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Bulungan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku akan dikenakan Pasal 114 (2) Subsider Pasal 112 (2) junto Pasal 132 (1) UU Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika.

“Sesuai dengan ketegasan, kita akan terus melakukan penindakan sehingga tidak ada lagi korban narkoba. Karena peredaran narkoba ini sangat berbahaya dan merusak masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.

No comments:

Post a Comment