Monday, June 28, 2021

1 Juta Vaksin Hadiah Bhayangkara ke-75 Untuk Masyarakat Sehat-Indonesia maju

 1 Juta Vaksin Hadiah Bhayangkara ke-75 Untuk Masyarakat Sehat-Indonesia maju

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan akselerasi terhadap target vaksinasi massal Pemerintah Indonesia satu juta per hari, untuk menciptakan kekebalan kelompok atau Herd Immunity dari virus corona atau Covid-19.

Di tengah momentum hari Bhayangkara ke-75, Mabes Polri pun memberikan hadiah kepada Indonesia dengan mewujudkan target vaksinasi satu juta sehari demi terciptanya masyarakat sehat menuju Indonesia maju.

Dalam hal ini, Polri dan 34 Polda menjadi istitusi yang pertama menggelar vaksinasi massal dengan target 1 juta lebih. Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pun melakukan peninjauan langsung ke kegiatan yang diinisiasi oleh Polri itu di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, pada 26 Juni 2021.

“Untuk memenuhi target 1 juta orang per hari, kami perlu melakukan percepatan program vaksinasi dengan pengorganisasian yang tepat,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (27/6/2021).

Target tersebut tercapai sesuai dengan tema Hari Bhayangkara tahun ini, yaitu ‘Transformasi Polri Yang Presisi Mendukung Percepatan Penanganan Covid-19 Untuk Masyarakat Sehat dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju’.

Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat, Polri menyiapkan Dashboard Highlight terkait dengan vaksinasi tersebut yang dapat diakses di https://serbuanvaksinasi.polri.go.id/highlight. Sebanyak 1.285.460 terpantau sudah di vaksin.

Publik dapat melihat secara real time total masyarakat yang sudah dilakukan vaksinasi. Serta, provinsi mana yang terendah dan tertinggi jumlah yang telah di vaksin.

Demi menciptakan data akuntabel, Polri juga menggandeng Dirjen P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) Kemenkes RI untuk pemantauan jumlah vaksinasi Covid-19. Hingga saat ini dalam pengitungan lembaga itu setidaknya sudah 1.285.353 orang disuntik vaksin.

Tak hanya itu, Polri juga melibatkan Komite Penanganan Covid- 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC- PEN) dalam pengitungan vaksinasi.

Dari Dashboard itu tercatat sudah 1.301.663 melakukan vaksinasi.

Sigit menambahkan, untuk terus mempertahankan tren satu juta vaksin sehari, telah disiapkan sejumlah strategi. Diantaranya adalah, setiap provinsi menyiapkan minimal tiga sentra vaksinasi di Provinsi, Bidokkes, RS Bhayangkara dan Mapolda. Untuk provinsi percepatan 5 sentra vaksin.

“Setiap Polres menyiapkan minimal 2 sentra vaksinasi, Polres di pulau Jawa, Polresta-Polrestabes minimal 3 sentra vaksin,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Kemudian, kata Sigit, perlu adanya pengamanan dan percepatan distribusi vaksin dari biofarma ke kab/kota selanjutnya, kota untuk kegiatan vaksinasi. Selanjutnya, mobilisasi masyarakat atau peserta oleh Ditbinmas dan Bhabinkamtibmas Polsek dan Polres. Mengantisipasi hoaks atas KIPI atau kehalalan vaksin, terutama astrazeneca.

“Membentuk 12 rayonisasi vaksinator yang disiapkan Polri sebagai tenaga vaksinator tambahan dalam rangka pendampingan kegiatan vaksinasi nasional sebanyak 1.600 personel,” ucap Sigit.

Tak hanya itu, kata Sigit, nantinya akan disiapkan Tim Revaco atau Resimen Vaksinator Covid-19 untuk mengisi kegiatan vaksin di sentra yang kekurangan vaksinator seperti Kepri, Riau, Jabar,Jateng, Jatim.

Dalam proses vaksinasi, Sigit bakal meminta jajaran untuk melakukan pemantauan kepada masyarakat agar tetap disiplin protokol kesehatan (prokes) 5M. Menurut Sigit, semua upaya yang dilakukan oleh Polri adalah berdasarkan asas Salus Populi Supreme Lex Esto atau keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

Memperingati Hari Bhayangkara Ke — 75, Polres Bulungan Gelar Vaksinasi Massal

 Polres Bulungan Polda Kaltara menggelar vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Gadis dan Lapangan Agathis, Tanjung Selor, Kalimantan Utara pada hari ini, Sabtu, 26 Juni 2021.

 

Kepala Kepolisian Resor Bulungan AKBP Teguh Triwantoro, S.I.K., M.H. mengatakan, penyelenggaraan vaksinasi massal ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan pemberian 1 juta vaksin per-hari serta dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke – 75.

 

“Hari ini ada 13 (tiga belas) titik yang dilaksanakan, dan untuk target hari ini tercapai 1897 orang.” Ucapnya Kapolres Bulungan.

 

“Di mana kita ketahui aktivitas masyarakat cukup padat, sehingga penyebaran covid-19 semakin naik maka kami bersama serentak melaksanakan vaksin.” Lanjutnya.

 

Kapolres Bulungan menambahkan lagi “Diharapkan melalui kegiatan ini, dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung terbentuknya kondisi kesehatan masyarakat yang mantap.”

Friday, June 25, 2021

Tim Srena Mabes Polri Lakukan Studi Kelayakan Polres Bulungan Jadi Polresta

 

TANJUNG SELOR – Bentuk tindaklanjut dari usulan kenaikan tipe Polres Bulungan menjadi Polresta, pada hari Rabu 23 Juni 2021 dilakukan studi kelayakan oleh oleh Srena Polri yang dipimpin langsung oleh Karoremtala Srena Polri Brigjen Pol Budi Yuwono dan Kabaglemwil Rolemtala Srena Polri Kombes Pol A.A Sagung Dian Kartini.

Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro mengatakan kedatangan tim ini untuk studi kelayakan kenaikan tipologi Polresta Bulungan.

“Ini masih dikaji karena prosesnya tidak mudah dan secepat itu, maka dikaji dulu di Mabes habis itu baru diajukan di Kemenpan RB. Mohon doa semua masyarakat Bulungan dan Tana Tidung semoga bisa dipenuhi kenaikan Polresta dari tipe D ke tipe C,” tutur Kapolres Bulungan.

Kata dia, catatan dari Srena Polri ini ada beberapa indikator dimensi dan bobotnya yang menjadi pertimbangan kenaikan tipe ini. Untuk Polres Bulungan dilihat dari kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) nya.

“Kalau kita dilihat dari Kamtibmas-nya dan  seirama bahwa disinikan sudah menjadi ibukota provinsi. Kemudian dilihat dari ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya (Ipoleksosbud) nya,” jelasnya.

Kemudian yang jadi kekurangan dari Polres Bulungan sendiri dan sudah menjadi hal klasik terjadi di setiap satuan terkait jumlah personel. Dimana jumlah masyarakat dan luasnya wilayah Bulungan tak sebanding dengan jumlah personel kepolisian.

“Dari kuantitas memang kekurangan personel, tapi bisa disiasati dan bisa kita optimalkan. Naiknya tipe Polres Bulungan menjadi Polresta sekali lagi yang menentukan adalah Kemenpan RB,” ujarnya.

Alumni Akpol 1999 ini mengatakan idealnya untuk jumlah personel pada Polresta itu 1 personel banding 50 hingga 100 warga sipil. Sedangkan yang terjadi di Polres Bulungan saat ini 1 personel kepolisian berbanding 300 orang warga sipil.

“Kalau daftar susunan personel (DSP)-nya Polres dan Polresta paling tidak 1.500 orang, sedangkan kita saat ini hanya 386 personel, kurang dari 40 persennya juga tidak ada,” sebut Kapolres.

Kapolres menambahkan mudah-mudahan dengan adanya pelantikan bintara Polri pekan depan, Polres Bulungan mendapatkan tambahan personel. Karena jumlah personel di tingkat Polsek saja untuk DSP itu 50 orang, tapi yang ada sekarang hanya 10 orang.

Wednesday, June 9, 2021

Tiga Bandar dan Satu Pemakai Diamankan Polres Bulungan

 

TANJUNG SELOR – Polsek Sekatak kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Setidaknya ada 4 orang yang diamankan tak hanya pemakai, beberapa orang di antaranya merupakan bandar yang kerap mengedarkan barang haram itu kepada warga.

“Kita berhasil amankan 4 orang tersangka beserta barang bukti diduga sabu pada hari Jumat 4 Juni 2021 pukul 01.00 wita dini hari, TKP-nya di sebuah pondok Desa Paruh Abang,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kapolsek Sekatak IPTU Mahmud kepada  Selasa 8 Juni 2021.

Dia mengatakan dari 4 pelaku ini, satu orang bernama Tora (31) sebagai pemakai, pada saat ditangkap dia hendak mengkonsumsi sabu tidak jauh dari pondok yang di gerebek.

“Sabu ditemukan dalam kantong celana yang dia pakai beserta alat hisap yang sudah dia persiapkan,” jelasnya.

Kemudian 3 orang lainnya sebagai bandarnya, atas nama Egi Saputra (25), Linggi alias Sigit (44) san Faisal (30). Dimana ketiganya telah lama menjadi target operasi Polsek Sekatak, karena keberadaannya mengedarkan sabu kepada warga Sekatak terutama pemuda dan para penambang.

“Ketiga orang ini adalah komplotan yang bekerja sama mengedarkan sabu di wilayah Sekatak,” ucapnya.

Perwira balok dua ini menuturkan saat timnya melakukan penggeledahan di pondok itu, ditemukanlah barang bukti berupa 2 bungkus plastik besar narkoba diduga sabu bruto 49,61 gram, 3 bungkus sedang sabu bruto 3,11 gram, 1 bungkus kecil sabu bruto 0,18 gram.

Tak hanya itu, petugas juga temukan 1 unit timbangan digital, 1 kotak rokok Sampurna, 8 bungkus kosong plastik bening kemasan sabu, 1 kotak kertas putih, 4 unit handphone dan uang tunai Rp. 13 juta.

“Setelah diinterogasi para tersangka mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan adalah milik mereka, kemudian semuanya diamankan di rutan Polsek Sekatak. Jadi total keseluruhan BB-nya sebanyak 50 gram lebih,” sebutnya.

Mahmud menambahkan semua pelaku dikenakan Pasal 112 dan Pasal 114 serta pasal telah bermufakat melakukan pengedaran narkotika dengan Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, mereka ini telah dilakukan tes SWAB dengan hasil negatif,” pungkasnya.