Monday, September 30, 2019

Polisi Berhasil Mengungkap Kasus Pembunuhan Anak oleh Ibu Angkatnya

Sukabumi - SR (36), benar-benar ibu kejam. Bukannya menyayangi anak angkatnya inisial NP yang masih berusia 5 tahun, ia dengan keji membunuh dan membuang mayatnya ke sungai. Ia melakukannya dibantu oleh dua anak laki-laki kandungnya yang masih di berusia 16 dan 14 tahun.

Kasus ini terungkap saat warga heboh menemukan mayat anak perempuan di aliran Sungai Cimandiri, tepatnya di di Kampung Platar RT 02 RW 06 Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (22/9/2019).

Dari hasil penyelidikan polisi akhirnya keluarga korban ditemukan yaitu SR yang merupakan warga Kampung Bojongloa, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Daerahnya belasan kilometer dari lokasi temuan mayat.

Polisi melihat banyak kejanggalan di mayat korban, sehingga memutuskan untuk mengautopsinya. "Ibu angkatnya ini sempat mengarang alasan, ada katanya korban ini epilepsi dan lain-lain. Itu upaya dia menutupi sebab kematian korban," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Selasa (24/8/2019).

Bahkan, kata Nasriadi, saat prosesi pemakaman, SR menunjukkan wajah duka dengan maksud menutupi perbuatannya.

"Ibu angkatnya sempat pura-pura menangis, saat itu petugas sebenarnya sudah mengantongi beberapa petunjuk namun tidak mau gegabah. Setelah dirasa lengkap para pelaku kita tangkap Senin (23/9/2019) malam tadi" tandas Nasriadi.
Sebab kematian korban terungkap, ada kerusakan di bagian kelamin korban serta beberapa luka di sekujur tubuh korban.

"Korban diketahui telah diperkosa oleh dua kakak angkatnya, setelah itu korban dipukul lalu dicekik hingga tewas oleh ibu angkatnya. Setelah itu mayat korban dibuang ke Sungai Cimandiri dan terseret hingga belasan kilometer sampai akhirnya ditemukan warga," ujar Nasriadi.

Saturday, September 28, 2019

4 Orang Polisi dipukul dan dilempar Batu dilakukan Operasi

JAKARTA – PHASIVIC.COM, Empat dari 14 anggota polisi korban kerusuhan unjuk rasa demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada 24 September 2019, jalani operasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kepala RS Polri Kramat Jati Kombes Rusdianto mengatakan, empat polisi tersebut harus jalani operasi di bagian wajah akibat terkena lemparan batu saat unjuk rasa berlangsung.
“Yang operasi ada 4 orang, hidungnya patah, ada yang mengalami bengkak di bibir dan ada juga yang lepas rahangnya, itu kami perbaiki. Macam-macam jenisnya (luka) ada yang kena lemparan batu dan juga terkena benturan batu,” kata Rusdianto di RS Polri Kramat Jati, Jumat (27/9/2019).
Keempat polisi yang jalani operasi itu ditangani langsung oleh dokter spesialis. Adapun sisa 10 polisi lainnya alami luka ringan dan sebagian di antaranya segera dipulangkan.
“Secara berangsur yang sudah sembuh sesungguhnya akan kami pulangkan hari ini dan yang masih luka masih dibutuhkan perawatan hingga sembuh,” ujar Rusdianto.
Selain polisi, dua mahasiswa korban kerusuhan unjuk rasa juga alami luka ringan dan dirawat di RS Polri Kramat Jati. Keduanya sudah berangsur pulih dan segera dipulangkan.
Sementara itu, untuk mahasiswa, RS Polri merawat 2 mahasiswa yang mengalami luka ringan. Kedua mahasiswa ini dirawat karena mengalami sesak napas akibat asap gas air mata. Mahasiswa luka ringan saja, hanya 2 orang. Kena gas air mata, sesak kita rawat,” papar Rusdianto. Jadi semuanya (ditangani) dokter spesialis yang bedah, bedah plastik, dan saraf, yang terbaik untuk korban,” tambahnya.

RS Polri Tangani 14 Polisi Korban Bentrokan Demo Mahasiswa dan Pelajar

Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur menangani 14 anggota polisi yang jadi korban bentrokan demo di kawasan gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta Pusat, 24-25 September 2019.
Anggota polisi yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri di antaranya menderita patah tulang hidung hingga rahang lepas.
"Hidungnya patah, ada yang mengalami bengkak di bibir dan ada juga yang lepas rahangnya itu kita perbaiki," kata Kepala RS Polri Kramatjati Kombes Pol Rusdianto di Jakarta, Jumat (27/9) siang. Seperti dilansir Antara.
Dia mengungkapkan, sebanyak empat dari 14 korban polisi dilaporkan menjalani operasi karena luka yang diderita cukup parah. RS Polri melibatkan dokter spesialis bedah dan syaraf untuk menangani luka korban.
"Sebanyak 14 anggota polisi masih dirawat semua dan sebagian akan dipulangkan hari ini. Yang dioperasi ada empat orang," katanya.
Rusdianto menjelaskan luka yang diderita anggota polisi rata-rata akibat kena lemparan batu.
"Secara berangsur yang sudah sembuh sesungguhnya akan kami pulangkan hari ini, dan yang masih luka masih dibutuhkan perawatan hingga sembuh," katanya.
Selain polisi, pihaknya juga memberikan perawatan kepada dua mahasiswa yang mengalami cedera ringan.
"Dari kalangan mahasiswa luka ringan saja ada dua orang," katanya.
Sementara itu, satu dari dua mahasiswa terakhir korban kericuhan demonstrasi di sekitar Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang masih dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) akan diizinkan pulang.
"Yang satu lagi yang enggak masuk ICU rencananya siang ini pulang," kata Kepala Manajemen Bisnis Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Agus W Susetyo.
Sampai berita ini ditayangkan pada Jumat siang, dua mahasiswa korban demonstrasi tersebut masih dirawat di ruang perawatan umum. Namun, salah satunya akan diizinkan pulang siang ini karena kondisinya sudah stabil. Sementara satu lainnya masih belum dapat dipulangkan.
Salah satu dari kedua mahasiswa tersebut mengalami cedera di bagian kepala akibat terkena benda tumpul sementara satu lainnya juga cedera di bagian kepala akibat terjatuh.
"Yang masuk ICU itu yang jatuh," kata Agus.

Sunday, September 15, 2019

Kapolres Bulungan dan Dandim 0903/TSR Laksanakan Rapat Koordinasi penanggulangan Karhutla wilayah Kab Bulungan dan KTT

Sabtu (14/09) bertempat di aula polres bulungan dilaksanakan Rapat Koordinasi penanggulangan Karhutla wilayah Kab Bulungan dan KTT.
rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bulungan dan Dandim 0903/TSR, rapat ini dihadiri oleh para kapolsek dan Danramil di wilayah kabupaten Bulungan dan Tana tidung.
rapat ini diadakan langsung dikarenakan sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan diwilayah kalimantan, tak luput diwilayah kabupaten bulungan dan tana tidung. maka dari itu pimpinan ditingkat kabupaten khusus nya Kapolres dan Komandan Kodim mengantisipasi semaksimal mungkin adanya kebakaran hutan dan lahan setidaknya mencegah dari faktor manusia yang sering membuka lahan dengan cara dibakar, maka dari itu dilaksanakan nya koordinasi dengan kapolsek dan Danramil.
dalam rapat ini ditekan kan oleh Kapolres dan Dandim beberapa hal, diantara nya sebagai berikut :
1. Berdayakan babinsa dan bhabinkamtibmas utk sosialisasi Karhutla
2. Pemasangan spanduk himbauan
3. Laks patroli gabungan scr rutin
4. Libatkan perusahaan utk sediakan mobil tangki atasi karhutla

melalui rapat ini Kapolres mengharapkan kerjasama dengan pimpinan yang ada ditingkat kecamatan terutama kapolsek dan Danramil setempat untuk menghimbau masyarakat melalui anggotanya melalui sosialisasi dan pendekatan.