Thursday, June 7, 2018

Usut Kasus Arisan Online, Satreskrim Polres Bulungan Siapkan Tim Khusus

TANJUNG SELOR – Sejumlah korban atas kasus dugaan penipuan oleh owner arisan online kembali mendatangi Mapolres Bulungan, di Jalan Agatis, Tanjung Selor, Senin (4/6). 
Kedatangan para koran yang didominasi oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) itu untuk meminta kejelasan aparat kepolisian dalam menindaklanjuti laporan yang sudah mereka layangkan sejak dua minggu yang lalu. Para korban arisan itu terus mendesak aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus mereka, karena kerugian mereka mencapai ratusan juta rupiah.
“Kami hanya ingin mempertanyakan kejelasan kasus kami ini. Kami terus mempertanyakan sejauh mana kasus ini ditangani oleh pihak kepolisian Bulungan,” ujar Veni, salah seorang korban.
Ia melanjutkan, informasi yang ia dapatkan melalui Kepala Satuan Ressert Kriminal (Kasatreskrim) bahwa kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Ia bersama korban yang lain hanya diminta untuk bersabar dan mengikuti proses hukum. 
“Kami juga sebenarnya mau, kasus ini bisa cepat selesai. Kami juga capek harus bolak-balik ke kantor polisi untuk selesaikan masalah ini. Kami itu hanya mau menindaklanjuti laporan kami, hanya itu aja. Kami mau, kasus ini diusut tuntas, kami sudah rela meninggalkan pekerjaan kami,” jelas dia.
Disinggung soal kerugian yang diterima, ia tidak memahami secara rinci jumlah keseluruhannya. Namun, dari beberapa korban yang sudah melapor kepada pihak kepolisian, mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah. 
“Saya pribadi itu mencapai Rp 33 juta, teman-teman yang lainnya ada yang mencapai Rp 100 juta, masing-masing punya kerugian berbeda-beda. Nah, kalau seperti ini, bagaimana lagi owner ini mau bertanggung jawab atas kerugian kami,” ucapnya.
Mengenai total keseluruhan anggota yang ada, jika melihat dari peserta group arisan di Media Sosial (Medsos) Facebook yang di buat oleh YL sebagai terlapor, mencapai 300 orang. Akan tetapi, ia tidak mengetahui apakah semua anggota di group tersebut merupakan peserta arisan atau tidak. Sedangkan, kata dia, untuk semua anggota group yang melaporkan sudah diblokir dari group tersebut.
“Saat ini kondisi seperti ini yang bersangkutan juga masih berusaha mencari pemain, itu yang kita resahkan, artinya jangan sampai ada korban yang bertambah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengungkapkan, untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan online tersebut, pihaknya membuat tim penyidik khusus. Walaupun saat ini, sudah memeriksa beberapa saksi untuk melakukan penyelidikan kasus tersebut, termasuk juga terlapor yang sudah dimintai keterangan lebih lanjut.
“Ini sudah jadi atensi dari polisi. Bahkan, kita sampai membentuk tim untuk melakukan penyidikan tersendiri,”jelasnya.
Mekanisme penyidikan yang dilakukan ialah terus berkoordinasi dengan pihak kejaksaan. Hal tersebut agar kasusnya cepat dan bisa dinyatakan lengkap oleh jaksa, dan pihaknya juga bisa melakukan gelar perkara atas kasus tersebut. 
“Kita juga sekarang sudah fokus, semoga ini bisa cepat. Untuk melakukan penahanan, kita tidak sembaran orang. Tapi, seperti yang sudah saya sampaikan, kita masih mendalami dan perkuat alat buktinya. Saat ini memang terlapor belum dilakukan penahanan,” tutupnya.

No comments:

Post a Comment