Saturday, May 26, 2018

Empat kendaraan yang memuat onderdil dan sparepat alat berat diamankan oleh Polda Kaltara.

Polda Amankan Onderdil Ilegal Dari Sekatak
TANJUNG SELOR - Selain dari bahan bakar minyak (BBM) yang illegal, Dirreskrimsus Polda Kaltara telah mengamankan puluhan unit onderdil alat berat dari PT Pipit Mutiara Indah (PMI) di kawasan Mantalapan, Kecamatan Sekatak  Kabupaten Bulungan. Yang diamankan pada hari Jumat (25/5), empat unit mobil jenis truk dan pikap yang memuat onderdil diamankan.
“Saat melakukan pemeriksaan kepada perusahaan perkebunan di Sekatak baik dari legalitas dan legitimasinya,” ucap Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Reskrimsus Polda Kaltara, Kombes Helmi Kwarta Kusuma Putra kepada Kaltara Pos, Jumat (25/5).
Ketika anggota kepolisian memeriksa menemukan adanya barang suku cadang yang masuk. Awalnya terlihat biasa karena petugas hanya melakukan dokumentasi terkait kegiatan di dalam perusahaan. Ketika petugas akan kembali, PT. PMI kedatangan barang suku cadang yang diangkut dengan beberapa kendaraan yang mencurigakan.
“Anggota dapat informasi jika ada suku cadang atau onderdil alat berat yang akan datang, setelah di cek sparepart diduga berasal dari Malaysia dan tidak ada dokumen yang bisa dipelihatkan makanya kita tahan,” ujarnya.
Hingga saat ini kata Helmi jika pembawa suku cadang tersebut belum dapat memperlihatkan dokumennya. Tapi dirinya tetap akan menunggu menyiapkan seluruh dokumen yang berkenaan dengan onderdil tersebut. Adapun mobil yang memuat sparepart itu langsung dibawa ke Polres Bulungan untuk diperiksa lebih lanjut.
“Kita masih menduga dari luar, dan kita masih tunggu dokumennya,” jelasnya.
Dirinya tidak dapat menjelaskan alat apa saja yang dimuat yang jelas semuanya adalah alat yang digunakan di kendaraan alat berat dan mesin. Dirinya akan terus menelusuri setiap barang yang masuk melalui penyelundupan, karena yang masuk ke Sekatak dugaan barang selundupan. Dan akan mengawasi setiap perusahaan perkebunan karena bisa saja terjadi penyelundupan barang yang tidak resmi.
“Jadi yang buat yakin berdasarkan dugaan sementara kita ada mereknya Made In Malaysia. Berdasarkan informasi jika dari sana dan orang-orang yang berkaitan yang datang ke Sekatak,” bebernya.
Dirinya belum bisa menerangkan modusnya, karena masih dalam pemeriksaan. Kedatangan barang itu juga tidak melukai bea cukai dan melalui jalur perairan yang salah.
“Yang sudah kita periksa ada 7 orang, dari sopirnya,” tutup Helmi.

No comments:

Post a Comment