Tuesday, September 19, 2017

Bisnis Sabu, Buruh Lepas Diciduk Polisi

Dalam upaya memberantas narkotika, jajaran Polres Bulangan terus bekerja ekstra. Hasilnya, seorang warga kembali diamankan lantaran didapati memiliki barang haram berupa sabu–sabu, Minggu (17/9) sekira pukul 14.00 Wita. Yakni AS (42), atau biasa orang pasar memanggilnya Anjang.

“Kami telusuri bahwa di rumah warna pink itu ada pengguna sabu–sabu yang bernama Anjang. Yang bersangkutan sering mengedarkan sabu,” ujar Kapolres Bulungan, AKBP Muhammad Fachry melalui Kanit Reskoba Polres Bulungan, Aipda Nurohman kepada Kaltara Pos, kemarin (17/9).

Tersangka diamankan di rumahnya di Jalan Sengkawit, tepatnya di kawasan Pasar Induk, Tanjung Selor. Adalah pria yang kesehariannya sebagai pekerja buruh lepas harian. Namun, karena salah satu sifatnya sangat suka mengomsumsi sabu–sabu, membuat petugas kepolisian melakukan penangkapan.

“Sesudah itu kami lakukan pengintaian dan memastikan ada orangnya di rumah, lalu kita langsung sergap di rumahnya. Saat dilakukan penggeledahan badan, ditemukan sabu ini di dalam kotak rokok dalam saku celana belakang,” tuturnya.

Dalam penangkapan itu, tim didampingi dua saksi untuk melakukan penggeledahan, dan ditemukan peralatan yang biasa dilakukan saat bertransaksi sabu. Yakni berupa sendok kecil, gunting, plastik, penjepit, korek api dan bong. Selanjutnya petugas melakukan interogasi singkat, dan Anjang mengaku itu adalah barang miliknya.

“Dia mengaku kalau sabu itu adalah miliknya yang sebanyak 3 paketan kecil, sedang beratnya kita belum ketahui berapa karena alatnya sedang rusak,” jelasnya.

Kepada polisi, Anjang mengaku hanya menggunakan sendiri dan jika ada temannya yang membutuhkan sabu, maka akan dijual. Dia menuturkan, barang itu dijual dalam ukuran sekali pakai, yang dijual dengan harga Rp 150 ribu per paket. “Dia ini menjual juga dalam bentuk paketan,” ungkapnya.

Saat dilakukan penggeledahan, Anjang dalam posisi berdiri dan ketika diringkus dia berada di dalam kamarnya. Barang tersebut menurut pengakuan Anjang berasal dari MR dan saat diperiksa tak ditemukan. Akibat perbuatannya, Anjang diganjar dengan beberapa pasal, yakni pasal 112 ayat 1, pasal 114 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 huruf a UU Narkotika.

“Pengakuannya itu untuk dijual maka dikenakan beberapa dugaan pasal seperti pasal 114 dan pasal 112. Dan hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun,” tutupnya

No comments:

Post a Comment